Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
astara-news.com astara-news.com
astara-news.com astara-news.com
  • Home
  • Sumsel
  • Nasional
  • Politik
  • Kriminal
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Investigasi
  • Advertorial
  • Video
  • Tentang Kami
  • Home
  • Sumsel
  • Nasional
  • Politik
  • Kriminal
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Investigasi
  • Advertorial
  • Video
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
astara-news.com astara-news.com
astara-news.com astara-news.com
  • Home
  • Sumsel
  • Nasional
  • Politik
  • Kriminal
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Investigasi
  • Advertorial
  • Video
  • Tentang Kami
  • Home
  • Sumsel
  • Nasional
  • Politik
  • Kriminal
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Investigasi
  • Advertorial
  • Video
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Uncategorized/FKY 2026: DARI AKSARA MENUJU LITERASI AIR, BANYU BENING MENGAJAK MASYARAKAT MEMBACA POTENSI HUJAN
Uncategorized

FKY 2026: DARI AKSARA MENUJU LITERASI AIR, BANYU BENING MENGAJAK MASYARAKAT MEMBACA POTENSI HUJAN

By Hadi Suryanto
September 30, 2026 4 Min Read
0

SLEMAN | astara-news.com – Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 bertajuk “Aksara” resmi berakhir pada Sabtu (19/9/2026). Selama tujuh hari, sejak 13 September, ruang kebudayaan di Lapangan Beran, Sleman, tidak hanya dipenuhi pertunjukan seni, pameran dan aktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi ruang bertemunya kebudayaan dengan isu lingkungan dan keberlanjutan.

Penutupan FKY 2026 dilakukan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, bersama Bupati Sleman H. Harda Kiswaya, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi serta jajaran panitia. Prosesi ditandai dengan pencabutan bilah bambu di gerbang utama festival. Bilah bambu tersebut kemudian diserahkan kepada FJ Kunting dan diarak hingga menuju Panggung Taling.

Di antara berbagai stan yang hadir, Sekolah Air Hujan (SAH) Banyu Bening menghadirkan isu yang sederhana tetapi sangat strategis: bagaimana manusia memperlakukan air hujan sebagai sumber daya yang harus dikelola, bukan sekadar air yang jatuh lalu terbuang.

Persoalan ini menjadi semakin relevan ketika musim kemarau membawa konsekuensi berupa keterbatasan air di sejumlah wilayah Indonesia. Pada kondisi tersebut, masyarakat dituntut tidak hanya mencari sumber air baru, tetapi juga membangun budaya konservasi dan kemampuan mengelola sumber daya air yang tersedia di lingkungan masing-masing.

Melalui stan Banyu Bening, pengunjung dikenalkan pada teknologi pemanenan air hujan sekaligus Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus diperhatikan agar proses penampungan berlangsung secara higienis.

Founder SAH Banyu Bening, Sri Wahyuningsih, S.Ag, menjelaskan bahwa masyarakat perlu mengubah cara pandang terhadap air hujan.

Menurutnya, air hujan memiliki potensi untuk dimanfaatkan, tetapi pemanfaatannya tidak boleh dilepaskan dari prinsip kesehatan lingkungan. Air yang akan dikonsumsi harus dikelola melalui proses yang tepat dan memenuhi persyaratan kualitas air minum.

Dalam konteks regulasi, standar kesehatan lingkungan dan kualitas air minum di Indonesia saat ini mengacu antara lain pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023. Regulasi tersebut menjadi salah satu rujukan penting agar pembicaraan mengenai air minum tidak berhenti pada persepsi, melainkan berdasarkan parameter kesehatan yang dapat diukur.

Inilah yang kemudian menjadi bagian menarik dari edukasi Banyu Bening. Pengunjung tidak hanya dipersilakan melihat teknologi, tetapi juga bebas mengajukan pertanyaan.

Bahkan, generasi muda justru menjadi kelompok yang aktif menguji informasi yang mereka terima.

“Aman air hujan diminum?”

“Bagaimana dengan pemberitaan mengenai mikroplastik di air hujan?”

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa literasi lingkungan tidak cukup dibangun melalui slogan. Masyarakat membutuhkan penjelasan yang rasional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Cahya Nabila dari tim Banyu Bening menjelaskan bahwa proses pemanenan harus memperhatikan kondisi awal ketika hujan turun.

“Ketika hujan intensitasnya deras, air awal dapat dilewatkan terlebih dahulu sekitar 15–30 menit. Setelah itu baru dilakukan penampungan, kemudian air disaring dan disimpan dalam wadah yang tertutup rapat,” jelasnya.

Prinsip tersebut dimaksudkan sebagai salah satu langkah kehati-hatian untuk mengurangi masuknya debu, partikulat maupun kontaminan dari permukaan tangkapan dan lingkungan sekitar. Kebersihan atap atau permukaan penangkap, kondisi talang, wadah penyimpanan serta perlindungan air setelah ditampung menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan.

Sementara terhadap isu mikroplastik, Banyu Bening mengajak masyarakat tidak menyikapinya dengan kepanikan maupun penyangkalan. Potensi kontaminasi harus dipahami berdasarkan sumber, proses masuknya kontaminan, kualitas lingkungan, teknologi pengolahan, serta hasil pemeriksaan kualitas air.

Dengan demikian, pesan yang dibangun bukan bahwa “air hujan pasti aman”, melainkan bahwa air hujan dapat menjadi sumber daya yang berpotensi dimanfaatkan apabila dikelola secara benar dan kualitasnya memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Perspektif inilah yang kemudian dibawa dalam talkshow bertajuk “Ngrumat Banyu Udan, Ngrumat Panguripan” yang disampaikan Sri Wahyuningsih di hadapan pengunjung festival.

“Ngrumat Banyu Udan, Ngrumat Panguripan” memiliki makna bahwa merawat air hujan pada akhirnya merupakan bagian dari merawat kehidupan.

Pesan tersebut disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan masyarakat. Di sela diskusi, pengunjung menikmati minuman segar berbahan rempah sebagai bagian dari suasana edukasi yang cair dan interaktif.

Bagi Banyu Bening, teknologi hanyalah alat. Hal yang jauh lebih penting adalah perubahan perilaku.

Masyarakat perlu dibiasakan menampung air ketika tersedia, mengolahnya sesuai kebutuhan, menjaga kualitasnya, menghemat penggunaannya, dan membangun kemandirian air. Prinsip tersebut terangkum dalam konsep 5M: Menampung, Mengolah, Minum, Menabung, dan Mandiri.

Dari sisi kebijakan lingkungan, budaya memanen air hujan juga dapat ditempatkan sebagai bagian dari strategi konservasi sumber daya air dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Masyarakat dapat didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna air, tetapi juga ikut menjaga siklus air di tingkat rumah tangga dan komunitas.

Karena itu, kehadiran Banyu Bening di FKY 2026 memiliki pesan yang lebih luas daripada sekadar memperkenalkan air hujan.

Festival kebudayaan tersebut memperlihatkan bahwa kebudayaan dan lingkungan sebenarnya tidak berdiri di dua dunia yang berbeda. Cara manusia memperlakukan air, tanah, hutan, dan alam merupakan bagian dari kebudayaan itu sendiri.

Aksara mencatat sejarah. Pengetahuan menjaga masa depan. Dan air menentukan keberlanjutan kehidupan.

Dari sebuah stan sederhana di tengah festival, masyarakat diajak kembali bertanya kepada diri sendiri: ketika hujan turun, apakah kita hanya membiarkannya mengalir pergi, atau mulai belajar mengelolanya untuk kehidupan hari ini dan generasi berikutnya?

Karena pada akhirnya, merawat air hujan bukan sekadar urusan teknologi. Ia adalah pendidikan tentang tanggung jawab manusia terhadap alam.

Ngrumat Banyu Udan, Ngrumat Panguripan.

Bumi cuma satu. Manusia adalah tamu.

Kontributor: AJ. Purwanto

Author

Hadi Suryanto

Follow Me
Other Articles
Previous

GELAR INOVASI 2026 DI REJANG LEBONG: DARI POTENSI LOKAL MENUJU DAMPAK GLOBAL

Next

Dugaan “Jalur Cepat” SIM C Rp750 Ribu di Satpas ciamis Disorot

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • FEBRINA KUSUMAWATI DITANTANG! BONGKAR DATA BOP TK SEROJA, TELUSURI HONOR GURU, JANGAN BIARKAN DUGAAN PERMAINAN ANGGARAN MENGGANTUNG!
    oleh Hadi Suryanto
    Oktober 9, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    oleh ptsigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    oleh ptsigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    oleh ptsigmacreativeindonesia@gmail.com
    Oktober 1, 2025

Search...

Astara News merupakan media online yang hadir sebagai sumber informasi terpercaya, cepat, dan aktual bagi masyarakat. Dengan mengedepankan penyajian berita yang informatif, berimbang, dan mudah diakses, Astara News berkomitmen memberikan informasi terbaik seputar peristiwa daerah maupun nasional.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn

Latest Posts

  • Waspada Penipuan, Lapas Sidoarjo Imbau Masyarakat Lakukan Konfirmasi Pengadaan Barang Melalui Kanal Resmi
    Waspada Penipuan, Lapas Sidoarjo Imbau Masyarakat Lakukan Konfirmasi Pengadaan Barang… Read more: Waspada Penipuan, Lapas Sidoarjo Imbau Masyarakat Lakukan Konfirmasi Pengadaan Barang Melalui Kanal Resmi
  • Warga Amankan Terduga Pencuri Dua HP di Taja Indah, Diserahkan ke Polsek Betung
    BANYUASIN, Astara News – Aksi pencurian dua unit telepon genggam… Read more: Warga Amankan Terduga Pencuri Dua HP di Taja Indah, Diserahkan ke Polsek Betung
  • VIRAL! SOPIR TRUK TEWAS DITUSUK USAI SENGKETA ANTREAN SOLAR, POLISI RINGKUS DUA PELAKU DALAM 20 JAM
    PALEMBANG, Astara News – Kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang sopir… Read more: VIRAL! SOPIR TRUK TEWAS DITUSUK USAI SENGKETA ANTREAN SOLAR, POLISI RINGKUS DUA PELAKU DALAM 20 JAM

Pages

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Profil Perusahaan
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy

Contact

Phone

088987723972

Email

astaranusantaramandiri26@gmail.com

Copyright 2026 — Astara News. All rights reserved.