BANYUASIN | Astara News — Berawal dari sebuah desa di Kabupaten Banyuasin, nama Enggar kini mulai mencuri perhatian di panggung musik dangdut Sumatera Selatan.Putra Desa Petaling, Kecamatan Banyuasin III, ini berhasil membawa bakat musiknya hingga tampil di layar televisi.
Perjalanan tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang sejak dirinya masih duduk di bangku SMP.Lahir pada 21 September 1993, Enggar merupakan anak pertama dari empat bersaudara.
Ia tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya berprofesi sebagai jurnalis, sementara sang ibu menjalani peran sebagai ibu rumah tangga.Kecintaan Enggar terhadap musik mulai tumbuh sejak usia sekolah. Sang ayah menjadi sosok yang turut memberikan dorongan sekaligus membimbingnya mempelajari keyboard dan organ tunggal.
Dari situlah perjalanan musik Enggar dimulai.Hari demi hari, ia terus berlatih dan mengembangkan kemampuannya. Apa yang awalnya hanya dilakukan di kampung halaman perlahan berkembang menjadi kemampuan yang membawanya tampil di berbagai panggung hiburan.

Kini, Enggar tidak hanya tampil dalam acara-acara musik di daerah. Ia juga kerap dipercaya mengisi program televisi, termasuk Goda Dangdut dan Dangdut Keliling yang tayang di TVRI.
Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa seorang anak desa juga memiliki kesempatan untuk bersinar selama memiliki kemauan, bakat, dan ketekunan untuk terus berkembang.Bagi masyarakat Desa Petaling dan Kabupaten Banyuasin, kiprah Enggar menjadi kebanggaan tersendiri.
Ia menunjukkan bahwa talenta daerah mampu bersaing dan tampil di panggung yang lebih luas.Kisah Enggar sekaligus menjadi pesan bagi generasi muda Banyuasin: jangan takut memulai dari desa. Sebab, dengan kerja keras dan konsistensi, bakat yang diasah dari kampung halaman pun dapat membawa seseorang menuju panggung yang lebih besar.(Red)