RKB PAUD RAFFLESIA BERMANI ULU JADI SOROTAN, SIAPA MEMASTIKAN MUTU PEMBANGUNAN?
REJANG LEBONG — ASTARA NEWSPembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) PAUD Rafflesia di Desa Kampung Melayu, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, menuai sorotan.
Proyek dengan anggaran bantuan APBN Tahun 2026 sebesar Rp195.982.271,44 itu memunculkan pertanyaan mengenai kualitas bangunan, kehadiran konsultan pengawas, dan susunan kepengurusan P2SP.
Informasi yang diterima awak media menyebutkan bahwa kondisi dinding bangunan terlihat kasar, kualitas pasir dipertanyakan warga, dan penempatan material di lokasi pekerjaan dinilai kurang tertata.
Temuan tersebut memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah pekerjaan sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan.
Warga mempertanyakan kualitas bangunanKualitas konstruksi menjadi perhatian karena bangunan tersebut akan digunakan sebagai fasilitas pendidikan anak usia dini.Seorang warga menyampaikan kekhawatirannya terhadap material yang digunakan.“Pasirnya kasar sekali, tak pantas untuk bangunan sekolah. Kalau begini kualitasnya, berapa lama bangunan ini akan bertahan?” ujarnya.
Kekhawatiran warga tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan teknis. Penilaian akhir mengenai mutu pasir, campuran bangunan, dan kekuatan konstruksi harus didasarkan pada spesifikasi serta hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pengawasan proyek turut dipertanyakanDalam dokumen yang disebut berkaitan dengan proyek tersebut, tercantum konsultan pengawas berinisial AD.Namun, berdasarkan keterangan pekerja yang dihimpun, mereka mengaku tidak pernah melihat konsultan tersebut memeriksa pekerjaan secara langsung.
Upaya awak media menghubungi yang bersangkutan melalui WhatsApp dan telepon juga disebut belum mendapatkan respons.Selain itu, beredar informasi bahwa konsultan tersebut diduga menangani banyak pekerjaan pembangunan sekolah di sejumlah kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong.
Informasi itu perlu dikonfirmasi melalui daftar paket pekerjaan dan dokumen penugasan. Masyarakat berhak memperoleh penjelasan mengenai mekanisme pengawasan, termasuk jadwal kunjungan, laporan progres, dan pemeriksaan mutu pekerjaan.
Dugaan hubungan keluarga Ketua P2SPPerhatian lain tertuju pada informasi yang menyebutkan bahwa Ketua P2SP diduga merupakan suami kepala sekolah PAUD Rafflesia.Hubungan tersebut perlu dikonfirmasi kepada pihak yang bersangkutan.
Selanjutnya, susunan kepengurusan harus diperiksa berdasarkan petunjuk teknis bantuan dan ketentuan konflik kepentingan yang berlaku.Tanpa pemeriksaan dokumen dan keterangan resmi, hubungan keluarga tersebut tidak dapat langsung disimpulkan sebagai pelanggaran.
Anggaran publik harus dapat dipertanggungjawabkanDengan nilai anggaran Rp195,9 juta lebih, masyarakat tentu berharap pembangunan menghasilkan fasilitas yang memenuhi standar kualitas dan keselamatan.
Untuk itu, pihak pengelola kegiatan dan instansi terkait perlu menjelaskan:- Kesesuaian material dan hasil pekerjaan dengan RAB serta spesifikasi teknis.- Pelaksanaan tugas konsultan pengawas beserta laporan pemeriksaannya.
Jumlah paket pekerjaan yang ditangani konsultan dan mekanisme pengawasannya.- Dasar pembentukan P2SP serta kesesuaian susunan pengurus dengan ketentuan bantuan.- Langkah perbaikan apabila ditemukan kekurangan mutu atau ketidaksesuaian administrasi.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kekurangan, tindak lanjut harus dilakukan sesuai ketentuan dan tanggung jawab masing-masing pihak.
Hingga berita ini disusun, informasi mengenai kualitas material, pelaksanaan pengawasan, dan dugaan hubungan keluarga dalam kepengurusan P2SP masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi resmi.
Redaksi Astara News akan terus membuka ruang konfirmasi kepada pihak sekolah, Ketua P2SP, konsultan pengawas, serta instansi terkait agar persoalan ini memperoleh penjelasan yang terang dan berimbang. (Gun)