Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
astara-news.com astara-news.com
astara-news.com astara-news.com
  • Home
  • Sumsel
  • Nasional
  • Politik
  • Kriminal
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Investigasi
  • Advertorial
  • Video
  • Tentang Kami
  • Home
  • Sumsel
  • Nasional
  • Politik
  • Kriminal
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Investigasi
  • Advertorial
  • Video
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
astara-news.com astara-news.com
astara-news.com astara-news.com
  • Home
  • Sumsel
  • Nasional
  • Politik
  • Kriminal
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Investigasi
  • Advertorial
  • Video
  • Tentang Kami
  • Home
  • Sumsel
  • Nasional
  • Politik
  • Kriminal
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Investigasi
  • Advertorial
  • Video
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Uncategorized/DARI RUANG KELAS KE ALAM: 77 SISWA PELITA BANGSA CIREBON BELAJAR MENJAGA AIR HUJAN DI BANYU BENING SLEMAN
Uncategorized

DARI RUANG KELAS KE ALAM: 77 SISWA PELITA BANGSA CIREBON BELAJAR MENJAGA AIR HUJAN DI BANYU BENING SLEMAN

By Hadi Suryanto
Oktober 9, 2026 5 Min Read
0

YOGYAKARTA | astara-news.com – Pendidikan tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Terkadang, pelajaran paling berharga justru ditemukan ketika siswa berinteraksi langsung dengan alam, menyaksikan teknologi, mengajukan pertanyaan kritis, dan memahami bahwa masa depan kehidupan sangat bergantung pada cara manusia menjaga lingkungan hari ini.

Semangat itulah yang mewarnai perjalanan edukasi Satuan Pendidikan SMP–SMA Pelita Bangsa Cirebon, Jawa Barat, ke Sekolah Air Hujan Banyu Bening di Tempursari, Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (1/10/2026).

Sebanyak 77 siswa dan enam guru mengikuti kegiatan pembelajaran lingkungan tersebut. Rombongan menempuh perjalanan menggunakan dua bus untuk mengenal lebih dekat potensi air hujan, teknologi pemanenannya, serta langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bagi kehidupan.

Kedatangan para peserta disambut hangat oleh Sri Wahyuningsih, Founder Sekolah Air Hujan Banyu Bening, bersama Kepala Sekolah Air Hujan, Kamaludin atau yang akrab disapa Bang Udin.

Sebelum pembelajaran dimulai, seluruh peserta berdiri bersama untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan khidmat. Momen tersebut menjadi pembuka yang mengingatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan juga merupakan bagian dari tanggung jawab bersama sebagai warga negara.

Koordinator acara dari Sekolah Pelita Bangsa, Mediana Kareem, S.Hum., M.Pd., menjelaskan bahwa kunjungan ini dirancang sebagai pembelajaran nyata untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai tantangan ketersediaan air dan perubahan iklim.

Kunjungan tersebut juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengenali berbagai langkah adaptasi yang dapat dilakukan sejak dini, termasuk memanfaatkan air hujan secara bertanggung jawab dan menjaga sumber daya air di lingkungan masing-masing.

Isu krisis air pada masa mendatang menjadi salah satu latar belakang penting kegiatan ini. Tahun 2030 kerap disebut dalam berbagai pembahasan mengenai tantangan air global. Namun, tantangan tersebut tidak berarti seluruh wilayah akan mengalami kekurangan air dengan kondisi yang sama. Risiko ketersediaan air dipengaruhi oleh perubahan iklim, pertumbuhan kebutuhan, kondisi sumber air, tata kelola, serta kemampuan masyarakat beradaptasi.

Karena itu, pendidikan lingkungan bagi generasi muda menjadi investasi penting. Siswa tidak hanya perlu mengetahui adanya persoalan, tetapi juga memahami penyebab, pilihan solusi, dan tindakan nyata yang bisa dilakukan.

DIAWALI DENGAN PERTANYAAN SEDERHANA, BERUJUNG PADA PELAJARAN KEHIDUPAN

Suasana pembelajaran terasa interaktif ketika Sri Wahyuningsih membuka materi dengan pertanyaan sederhana kepada para siswa.

“Apakah kalian pernah kehujanan?”

“Pernah!” jawab para siswa serentak.

“Air hujannya pernah tertelan?”

“Iya!”

“Baik-baik saja sampai detik ini?”

“Baik!” jawab mereka bersama-sama.

Percakapan sederhana tersebut menjadi pintu masuk untuk membangun rasa ingin tahu. Bu Ning mengajak para siswa melihat air hujan bukan hanya sebagai bagian dari cuaca, melainkan sebagai sumber daya alam yang perlu dipelajari karakteristik, potensi, dan cara pengelolaannya.

Meski demikian, ia juga menekankan pentingnya pengetahuan dan kehati-hatian. Air hujan yang langsung tertelan saat kehujanan tidak dapat dijadikan bukti bahwa semua air hujan aman diminum. Kualitasnya dapat dipengaruhi polusi udara, kondisi atap atau permukaan penangkap, talang, wadah penampungan, serta proses penyimpanan dan pengolahan.

Pesan tersebut penting agar rasa ingin tahu siswa tumbuh bersama pemahaman ilmiah: alam menyediakan potensi, sedangkan manusia bertanggung jawab mengelolanya secara benar.

MENGENAL 5M: DARI MENAMPUNG HINGGA MANDIRI

Dalam sesi inti, para siswa diperkenalkan dengan konsep 5M: Menampung, Mengolah, Minum, Menabung, dan Mandiri.

Konsep tersebut mengajarkan bahwa pemanfaatan air hujan bukan sekadar kegiatan mengumpulkan air ketika hujan turun. Diperlukan perencanaan, kebersihan, pengolahan, penyimpanan yang tepat, serta pemahaman mengenai peruntukan air.

Pada tahap penampungan, Sri Wahyuningsih menjelaskan pentingnya memperhatikan kondisi awal hujan dan menerapkan prosedur yang sesuai. Salah satu langkah yang diperkenalkan adalah mengalihkan aliran awal hujan sebelum menampung air berikutnya. Durasi pengalihan perlu disesuaikan dengan kondisi lokasi, kebersihan permukaan tangkapan, dan sistem yang digunakan; karena itu, tidak ada satu rentang waktu yang otomatis menjamin air bebas kontaminasi.

Para siswa juga mengenal ISLAH (Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan), yaitu teknologi yang digunakan untuk membantu menampung dan mengelola air hujan. Pengenalan ini membuka wawasan bahwa solusi lingkungan dapat dimulai dari teknologi yang dirancang sesuai kebutuhan dan kondisi setempat.

Pembelajaran berlanjut dengan demonstrasi elektrolisis air. Para peserta menyaksikan secara langsung proses pengolahan tersebut dan berkesempatan merasakan sampel air yang disiapkan dalam kegiatan.

Melalui demonstrasi ini, siswa diajak memahami bahwa teknologi dapat mengubah karakteristik air. Namun, proses elektrolisis tidak dengan sendirinya menjamin air aman diminum. Keamanan air tetap harus ditentukan berdasarkan proses pengolahan yang sesuai, tujuan penggunaan, dan hasil pengujian kualitas air.

DARI PENGETAHUAN MENJADI AKSI NYATA

Salah satu tujuan penting kunjungan ini adalah mendorong siswa agar tidak berhenti sebagai penerima informasi. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan ketika musim hujan tiba, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat.

Langkah sederhana dapat dimulai dengan mengamati bagaimana air hujan mengalir dari atap, mengenali titik yang berpotensi menampung air, menjaga kebersihan saluran, serta mendiskusikan cara pemanfaatan air yang aman bersama guru dan keluarga.

Selain menampung air, siswa juga diperkenalkan pada pentingnya membantu air meresap kembali ke dalam tanah. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui sumur resapan, lubang biopori, penghijauan, dan pengelolaan ruang terbuka yang sesuai dengan kondisi tanah serta ketentuan teknis setempat.

Dengan demikian, pengelolaan air hujan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan manusia, tetapi juga pada upaya menjaga keseimbangan siklus air, mendukung pengisian air tanah, dan mengurangi limpasan permukaan di lokasi yang sesuai.

Pembelajaran ini menegaskan bahwa mitigasi persoalan air tidak selalu harus menunggu program besar. Perubahan perilaku, pendidikan yang berkelanjutan, dan tindakan kolektif dapat menjadi bagian penting dari solusi.

GENERASI MUDA, PENJAGA AIR MASA DEPAN

Kunjungan SMP–SMA Pelita Bangsa Cirebon ke Banyu Bening menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan dapat disampaikan dengan cara yang dekat dengan kehidupan siswa: bertanya, mengamati, berdiskusi, mencoba, dan merefleksikan pengalaman.

Melalui pendekatan tersebut, air hujan tidak lagi sekadar dipandang sebagai air yang membasahi halaman atau mengganggu perjalanan. Hujan menjadi kesempatan untuk belajar tentang ilmu pengetahuan, teknologi, tanggung jawab, dan masa depan bersama.

Harapannya, 77 siswa yang mengikuti kegiatan ini dapat membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman perjalanan. Mereka diharapkan menjadi penyampai pengetahuan di keluarga dan lingkungan masing-masing, sekaligus generasi yang terbiasa bertanya sebelum menyimpulkan dan bertindak berdasarkan pemahaman yang benar.

Sebab, menjaga air bukan hanya tugas pemerintah, peneliti, atau komunitas lingkungan. Setiap orang memiliki peran, termasuk anak-anak muda yang hari ini sedang belajar dan kelak menentukan arah kehidupan masyarakat.

Hujan mungkin turun dari langit, tetapi kesadaran untuk menjaganya harus tumbuh dari dalam diri manusia.

Dari ruang belajar Banyu Bening, satu pesan dibawa pulang: masa depan air tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak hujan yang turun, tetapi juga oleh seberapa bijak manusia mengelolanya.

Belajar dari hujan, bertindak untuk kehidupan.

Bumi cuma satu. Manusia adalah tamu.

Kontributor: AJ. Purwanto

Author

Hadi Suryanto

Follow Me
Other Articles
Previous

AKTIVITAS PENGANGKUTAN TANAH MALAM HARI DIDUGA GANGGU KESELAMATAN PENGGUNA JALAN DI PUSAT KOTA BATAM

Next

BERAKAR DALAM KEPEDULIAN, TUMBUH DENGAN HARAPAN! MAHASISWA UPN VETERAN YOGYAKARTA TANAM BERINGIN UNTUK MENJAGA SENDANG KALI LEMUSUR

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • FEBRINA KUSUMAWATI DITANTANG! BONGKAR DATA BOP TK SEROJA, TELUSURI HONOR GURU, JANGAN BIARKAN DUGAAN PERMAINAN ANGGARAN MENGGANTUNG!
    oleh Hadi Suryanto
    Oktober 9, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    oleh ptsigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    oleh ptsigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    oleh ptsigmacreativeindonesia@gmail.com
    Oktober 1, 2025

Search...

Astara News merupakan media online yang hadir sebagai sumber informasi terpercaya, cepat, dan aktual bagi masyarakat. Dengan mengedepankan penyajian berita yang informatif, berimbang, dan mudah diakses, Astara News berkomitmen memberikan informasi terbaik seputar peristiwa daerah maupun nasional.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn

Latest Posts

  • Waspada Penipuan, Lapas Sidoarjo Imbau Masyarakat Lakukan Konfirmasi Pengadaan Barang Melalui Kanal Resmi
    Waspada Penipuan, Lapas Sidoarjo Imbau Masyarakat Lakukan Konfirmasi Pengadaan Barang… Read more: Waspada Penipuan, Lapas Sidoarjo Imbau Masyarakat Lakukan Konfirmasi Pengadaan Barang Melalui Kanal Resmi
  • Warga Amankan Terduga Pencuri Dua HP di Taja Indah, Diserahkan ke Polsek Betung
    BANYUASIN, Astara News – Aksi pencurian dua unit telepon genggam… Read more: Warga Amankan Terduga Pencuri Dua HP di Taja Indah, Diserahkan ke Polsek Betung
  • VIRAL! SOPIR TRUK TEWAS DITUSUK USAI SENGKETA ANTREAN SOLAR, POLISI RINGKUS DUA PELAKU DALAM 20 JAM
    PALEMBANG, Astara News – Kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang sopir… Read more: VIRAL! SOPIR TRUK TEWAS DITUSUK USAI SENGKETA ANTREAN SOLAR, POLISI RINGKUS DUA PELAKU DALAM 20 JAM

Pages

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Profil Perusahaan
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy

Contact

Phone

088987723972

Email

astaranusantaramandiri26@gmail.com

Copyright 2026 — Astara News. All rights reserved.