Rutan Kelas I Surabaya dan DPW KJNI Jatim Duduk Bersama, Perkuat Komunikasi dan Kemitraan
SURABAYA | astara-news.com — Membangun komunikasi yang terbuka menjadi bagian penting dalam menciptakan hubungan kelembagaan yang sehat. Hal tersebut tercermin dalam audiensi DPW KJNI Jawa Timur dengan jajaran Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya.
Audiensi tersebut diterima oleh Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Kelas I Surabaya Andra Naftali Gustaf Vano.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal yang berkaitan dengan hubungan komunikasi dan sinergi kelembagaan. Salah satu poin utama yang menjadi perhatian adalah penguatan kemitraan antara Rutan Kelas I Surabaya dan KJNI Jawa Timur.
Ketua DPW KJNI Jawa Timur M.A. Kaligis, S.H., mengatakan bahwa komunikasi menjadi fondasi penting dalam membangun kemitraan antara organisasi kewartawanan dengan institusi pemerintah.
“Audiensi ini kami maknai sebagai langkah untuk membangun komunikasi yang lebih baik. Kemitraan harus berjalan secara profesional, saling menghormati tugas dan fungsi masing-masing, serta tetap mengedepankan kepentingan masyarakat,” kata Kaligis.
Ia menambahkan, media memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang faktual dan berimbang. Karena itu, komunikasi dengan institusi terkait menjadi penting agar informasi yang diterima masyarakat memiliki dasar yang jelas.
“Kami ingin KJNI Jawa Timur dengan Rutan Kelas I Surabaya memiliki komunikasi yang baik. Jika komunikasi berjalan, informasi juga dapat disampaikan secara lebih terbuka dan proporsional,” ujarnya.
Menurut Kaligis, kemitraan yang dibangun bukan berarti menghilangkan independensi media. Sebaliknya, kemitraan harus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, konfirmasi, edukasi, dan penyampaian informasi publik.
Di sisi lain, Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo menyambut baik audiensi tersebut. Kehadiran DWP KJNI Jawa Timur menjadi momentum untuk mempererat hubungan komunikasi antara Rutan dan insan pers.
Komunikasi yang baik dinilai dapat mendukung terciptanya pemahaman yang sama mengenai berbagai kegiatan dan pelayanan yang dilaksanakan Rutan Kelas I Surabaya.
Sementara itu, KPR Kelas I Surabaya Andra Naftali Gustaf Vano turut memberikan perhatian terhadap pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam membangun hubungan yang baik dengan pihak eksternal.
Audiensi tersebut sekaligus menjadi ruang bertukar pandangan mengenai pola kemitraan yang dapat dikembangkan ke depan.
KJNI Jawa Timur berharap komunikasi yang telah terbangun tidak berhenti pada audiensi semata, tetapi dapat dilanjutkan melalui hubungan kelembagaan yang produktif dan bertanggung jawab.
Kemitraan antara Rutan Kelas I Surabaya dan KJNI Jawa Timur diharapkan mampu menciptakan ekosistem komunikasi publik yang sehat, dengan tetap menempatkan profesionalisme, independensi, keterbukaan, serta aturan sebagai pijakan utama.
Dengan komunikasi yang terjaga, informasi mengenai pelayanan dan kegiatan pemasyarakatan dapat tersampaikan kepada masyarakat secara lebih utuh dan edukatif.