TABUNGAN SISWA TK SEROJA DIPERTANYAKAN! DINAS PENDIDIKAN SURABAYA BARU BEREAKSI SETELAH DISOROT? PENGAWASANNYA SELAMA INI DI MANA?
SURABAYA | Astara-news.com — Persoalan dugaan pengurangan uang tabungan siswa di TK Seroja Surabaya kini berubah menjadi tamparan keras bagi fungsi pengawasan Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
Sebab pertanyaan yang muncul bukan lagi hanya soal uang tabungan siswa.
Pertanyaan besarnya justru: selama ini Dinas Pendidikan Surabaya mengawasi apa?
Keluhan wali murid mengenai dugaan berkurangnya uang tabungan tanpa konfirmasi menjadi pintu masuk untuk mempertanyakan sejauh mana pengawasan terhadap sekolah berjalan. Ketika persoalan yang menyangkut uang siswa baru mendapat perhatian setelah dikonfirmasi awak media, publik tentu wajar mempertanyakan efektivitas pengawasan tersebut.
Apakah Dinas Pendidikan benar-benar melakukan pengawasan, atau baru bergerak ketika persoalan sudah mencuat ke publik?
Jika mekanisme pengawasan memang berjalan ketat, mengapa persoalan seperti ini bisa muncul sebagai keluhan wali murid?
Jika sekolah memang memiliki prosedur yang jelas, mengapa wali murid harus mempertanyakan keberadaan atau berkurangnya uang tabungan anak mereka?
Dan jika semuanya sudah sesuai aturan, mengapa tidak segera dijelaskan secara terbuka?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut kini menunggu jawaban Dinas Pendidikan Surabaya.
Awak media kemudian meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Febrina Kusumawati, S.Si., M.M.
Febrina menyampaikan bahwa besok pihak Dinas Pendidikan Surabaya akan langsung datang ke TK Seroja untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
Baik. Publik menunggu.
Tetapi kedatangan itu jangan berhenti menjadi kunjungan formalitas.
Datang untuk apa? Memeriksa apa? Membuka dokumen apa? Dan setelah itu, siapa yang akan bertanggung jawab memberikan jawaban kepada wali murid?
Inilah yang harus dibuktikan Dinas Pendidikan.
Periksa mekanisme tabungan. Periksa pencatatannya. Periksa setiap pengurangan saldo yang dipersoalkan. Periksa dasar kebijakannya. Periksa apakah wali murid pernah mendapatkan penjelasan atau persetujuan.
Jangan hanya melihat sekolah dari depan. Bongkar persoalannya sampai terang.
Jika tidak ditemukan pelanggaran atau kesalahan, sampaikan secara terbuka. Jika terdapat kesalahan administrasi, jelaskan. Jika ditemukan ketidaksesuaian, ambil langkah sesuai kewenangan.
Jangan sampai publik hanya mendapatkan kalimat normatif sementara substansi persoalan tetap terkunci.
Nama Bu Ani yang disebut dalam keluhan juga harus mendapatkan ruang klarifikasi. Tidak boleh ada penghakiman sebelum fakta diperiksa. Namun pada saat yang sama, jangan pula keluhan wali murid dibiarkan menguap tanpa kepastian.
Kini sorotan paling keras justru tertuju kepada Dinas Pendidikan Surabaya.
Sebab ketika uang siswa dipertanyakan, yang diuji bukan hanya pengelola sekolah. Yang ikut diuji adalah sistem pengawasan pemerintah daerah.
Kalau pengawasan kuat, buktikan.
Kalau pembinaan berjalan, tunjukkan hasilnya.
Kalau ada mekanisme pengaduan, jelaskan tindak lanjutnya.
Jangan hanya muncul setelah media bertanya.
Besok Dinas Pendidikan Surabaya dijadwalkan turun langsung ke TK Seroja.
Publik menunggu apakah kedatangan tersebut akan menghasilkan fakta, dokumen, penjelasan dan tindakan, atau kembali berhenti pada pemeriksaan administratif yang tidak menjawab keresahan wali murid.
Dinas Pendidikan Surabaya tidak cukup hanya mengatakan akan turun. Kini saatnya membuktikan bahwa pengawasan terhadap sekolah benar-benar bekerja.
Karena ketika menyangkut uang tabungan anak-anak, tidak boleh ada ruang abu-abu, tidak boleh ada jawaban menggantung, dan tidak boleh ada persoalan yang dibiarkan sampai publik kehilangan kepercayaan.
Besok Dinas Pendidikan turun. Sekarang publik menunggu: apa yang akan dibongkar, apa yang akan dijelaskan, dan apa yang akan dilakukan?