Semangat Kemerdekaan di Balik Tembok Rutan, Warga Binaan Kelas I Surabaya Bangun Kekompakan Lewat Lomba Tradisional
SIDOARJO | Astara-news.com– Perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia tidak hanya berlangsung di ruang-ruang publik. Semangat kemerdekaan juga terasa di lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya melalui berbagai kegiatan positif yang melibatkan warga binaan.
Ratusan warga binaan mengikuti perlombaan tradisional di lapangan Rutan Kelas I Surabaya, Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, sebagai bagian dari rangkaian pembinaan menyambut HUT ke-81 RI.
Tarik tambang dan lomba makan kerupuk menjadi beberapa permainan yang mampu menghidupkan suasana. Warga binaan tampak antusias mengikuti perlombaan dan memberikan dukungan kepada rekan-rekan mereka yang bertanding.

Kegiatan sederhana tersebut memiliki makna lebih dari sekadar hiburan. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, kerja sama, kedisiplinan, sportivitas, serta kesempatan bagi warga binaan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, menyampaikan bahwa pembinaan harus mampu memberikan ruang bagi warga binaan untuk melakukan aktivitas yang sehat dan konstruktif.
“Kami ingin setiap kegiatan pembinaan memberikan manfaat. Perlombaan seperti ini memang sederhana, tetapi di dalamnya ada nilai kebersamaan, sportivitas dan kedisiplinan. Itu yang ingin kami tumbuhkan selama warga binaan menjalani proses pembinaan,” ujar Tristiantoro.
Ia menambahkan, suasana yang positif dapat membantu menciptakan lingkungan rutan yang lebih kondusif.
“Pembinaan dan keamanan tidak bisa dipisahkan. Ketika warga binaan mendapatkan kegiatan positif dan terarah, mereka memiliki ruang untuk menyalurkan energi sekaligus membangun hubungan sosial yang baik,” jelasnya.
Menurut Tristiantoro, momentum HUT RI juga menjadi kesempatan untuk mengingatkan warga binaan bahwa perubahan selalu terbuka bagi siapa pun.
“Kami berharap semangat kemerdekaan dapat dimaknai sebagai semangat untuk memperbaiki diri. Masa pembinaan harus dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri agar nantinya dapat kembali ke keluarga dan masyarakat dengan kondisi yang lebih baik,” tegasnya.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Medaeng Hengky memastikan seluruh kegiatan berjalan dalam pengawasan jajaran pengamanan.
“Kami mendukung penuh kegiatan positif ini. Namun seluruh rangkaian tetap kami awasi agar berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan. Pengamanan merupakan bagian penting dalam setiap kegiatan di dalam rutan,” ungkap Hengky.
Andra menilai perlombaan kelompok juga dapat menjadi sarana membangun komunikasi dan kekompakan antarsesama warga binaan.
“Sportivitas harus menjadi yang utama. Mereka belajar mengikuti aturan, bekerja sama, menghargai lawan, dan menerima hasil pertandingan dengan baik. Nilai seperti ini sangat penting ketika mereka kembali ke masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Surabaya, Muhammad Ridla Gorjie, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelayanan yang mendukung proses pembinaan secara menyeluruh.
“Kami berupaya memberikan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan manfaat bagi perkembangan fisik, mental dan sosial warga binaan. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu media untuk membangun suasana positif di dalam rutan,” tutur Ridla.
Menurut Ridla, warga binaan membutuhkan ruang untuk berinteraksi secara sehat selama menjalani masa pembinaan.
“Kami berharap mereka dapat mengikuti kegiatan dengan antusias dan mengambil nilai positifnya. Kebersamaan, kedisiplinan dan sportivitas merupakan bagian dari karakter yang perlu terus dibangun,” tambahnya.
Sorak-sorai terdengar ketika perlombaan tarik tambang dimulai. Masing-masing kelompok berusaha mempertahankan kekompakan hingga garis akhir, sementara warga binaan lainnya memberikan dukungan dari sisi lapangan.
Suasana semakin meriah saat lomba makan kerupuk berlangsung. Tawa dan kegembiraan warga binaan menjadi bagian dari momentum rekreatif yang tetap berlangsung dalam suasana aman dan terkendali.

Bagi Rutan Kelas I Surabaya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa proses pemasyarakatan dapat dilaksanakan melalui pendekatan yang tegas dalam keamanan sekaligus humanis dalam pembinaan.
Berbagai kegiatan positif terus diarahkan untuk membantu warga binaan mengembangkan potensi, menjaga kesehatan, meningkatkan rasa percaya diri, serta mempersiapkan kemampuan sosial sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Semangat kemerdekaan pun tidak berhenti pada perlombaan. Rutan Kelas I Surabaya berharap momentum HUT ke-81 RI menjadi pengingat bagi warga binaan bahwa masa depan masih dapat ditata melalui kemauan untuk berubah dan memperbaiki diri.
Dengan dukungan jajaran petugas, program pembinaan yang berkelanjutan, serta lingkungan yang aman dan kondusif, Rutan Kelas I Surabaya terus berkomitmen menghadirkan proses pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada perubahan positif warga binaan.