Tiga Tahap Pemeriksaan Diperketat, Rutan Medaeng Persempit Celah Masuknya Barang Terlarang
SIDOARJO | astara-news.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya terus memperkuat sistem pengamanan pada layanan kunjungan warga binaan. Setiap pembesuk yang hendak memasuki area kunjungan wajib melalui rangkaian pemeriksaan berlapis sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini terhadap masuknya barang-barang yang dilarang.
Pengamanan tersebut diterapkan dengan memadukan teknologi, pemeriksaan manual, serta pemeriksaan badan. Tiga tahapan ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh proses kunjungan berlangsung aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tahap pertama dilakukan melalui pemeriksaan menggunakan perangkat X-ray. Barang bawaan pengunjung diperiksa untuk membantu petugas mendeteksi benda atau isi barang yang berpotensi melanggar aturan sebelum pengunjung melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Tidak berhenti pada pemeriksaan X-ray, petugas kemudian melakukan pemeriksaan secara manual terhadap barang bawaan yang akan diberikan kepada warga binaan. Setiap barang diperiksa secara teliti untuk memastikan tidak terdapat benda yang dilarang masuk ke lingkungan rutan.
Tahapan ketiga adalah pemeriksaan badan pengunjung sesuai prosedur keamanan. Pemeriksaan ini dilakukan secara profesional dengan tetap memperhatikan ketentuan, etika, dan kenyamanan pengunjung.
Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, menegaskan bahwa keamanan menjadi prioritas tanpa mengesampingkan pelayanan yang humanis.
“Kami ingin memastikan kunjungan tetap berjalan dengan baik, tetapi keamanan tidak boleh menjadi celah. Pemeriksaan berlapis ini merupakan langkah pencegahan agar barang-barang yang dilarang tidak masuk ke dalam rutan. Petugas tetap kami tekankan untuk memberikan pelayanan secara profesional dan humanis,” ujar Tristiantoro.

Menurutnya, pengamanan yang kuat membutuhkan konsistensi. Karena itu, setiap petugas memiliki tanggung jawab untuk menjalankan prosedur secara disiplin dan tidak menganggap pemeriksaan sebagai kegiatan rutin semata.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Medaeng, Andra Naftali Gustaf Vano, mengatakan tiga tahapan pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari sistem deteksi dini.
“Kami tidak ingin memberikan ruang sekecil apa pun terhadap potensi masuknya barang terlarang. Pemeriksaan X-ray, pemeriksaan manual, dan pemeriksaan badan merupakan satu rangkaian yang saling melengkapi. Personel harus teliti, waspada, dan tetap mengedepankan sikap humanis,” tegas Andra.
Ia menambahkan, ketegasan dalam pengamanan harus berjalan seimbang dengan cara petugas memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami tidak mempersulit pengunjung. Semua dilakukan berdasarkan prosedur keamanan yang memang harus dipatuhi bersama. Yang kami jaga adalah keamanan warga binaan, petugas, dan seluruh masyarakat yang berada di lingkungan rutan,” jelasnya.
Dari sisi pelayanan, Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Surabaya, Muhammad Ridla Gorjie, mengatakan petugas terus memberikan informasi kepada pengunjung mengenai tata tertib sebelum proses kunjungan berlangsung.

“Kami memberikan arahan kepada pengunjung agar memahami prosedur dan ketentuan barang yang boleh maupun tidak boleh dibawa. Edukasi ini penting supaya proses pemeriksaan berjalan lancar dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” tutur Ridla.
Menurut Ridla, pelayanan yang baik bukan berarti mengabaikan aspek keamanan. Sebaliknya, prosedur pemeriksaan menjadi bagian dari pelayanan untuk memberikan rasa aman kepada seluruh pihak.
“Kami tetap mengedepankan keramahan dan komunikasi yang baik. Namun, ketika berkaitan dengan keamanan, seluruh aturan harus dilaksanakan secara konsisten,” tambahnya.
Penerapan tiga lapis pemeriksaan tersebut juga menjadi bentuk keseriusan Rutan Medaeng dalam mencegah berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Setiap celah yang berpotensi dimanfaatkan untuk memasukkan barang terlarang terus diantisipasi.
Jajaran pengamanan juga terus mengingatkan pengunjung agar tidak membawa barang yang dilarang. Kepatuhan masyarakat terhadap tata tertib dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan sistem keamanan.

Dengan menggabungkan teknologi X-ray, pemeriksaan manual, dan pemeriksaan badan, Rutan Kelas I Surabaya berupaya membangun sistem kunjungan yang aman sekaligus tetap mengedepankan pelayanan publik.
Keamanan yang ketat dan pelayanan yang humanis menjadi dua sisi yang terus dijaga Rutan Medaeng. Melalui kedisiplinan petugas dan kepatuhan pengunjung, diharapkan seluruh kegiatan kunjungan dapat berlangsung aman, tertib, nyaman, serta tidak membuka ruang bagi masuknya barang-barang terlarang ke dalam rutan.