Pengadilan Tinggi Surabaya Gelar Wisuda Purnabakti Hakim Tinggi, Dedikasi Tulus Para Penegak Keadilan Diabadikan dalam Penghormatan
Surabaya | astra-news.com – Pengadilan Tinggi Surabaya menggelar Wisuda Purnabakti sebagai bentuk penghormatan kepada para Hakim Tinggi yang telah mengakhiri masa baktinya setelah mendedikasikan pengabdian selama bertahun-tahun dalam menegakkan hukum dan keadilan di Indonesia. Acara yang berlangsung dengan penuh khidmat dan rasa kekeluargaan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya, Puji Harian, S.H., M.Hum.
Prosesi wisuda dihadiri oleh jajaran pimpinan, para hakim tinggi, hakim ad hoc, pejabat struktural dan fungsional, aparatur sipil negara di lingkungan Pengadilan Tinggi Surabaya, serta keluarga para hakim yang memasuki masa purnabakti.
Adapun Hakim Tinggi yang diwisuda pada kesempatan tersebut adalah Bambang Sutopo, S.H., M.H., Jony Aswar, S.H., dan Frangky Tambuwun, S.H., M.H. Ketiganya mendapat penghormatan atas pengabdian, loyalitas, serta dedikasi yang telah diberikan dalam menjaga marwah lembaga peradilan dan menegakkan supremasi hukum.
Dalam sambutannya, Puji Harian, S.H., M.Hum. menyampaikan bahwa setiap hakim yang memasuki masa purnabakti telah meninggalkan jejak pengabdian yang tidak ternilai bagi dunia peradilan.

«”Purnabakti bukanlah akhir dari sebuah pengabdian, tetapi menjadi penanda atas perjalanan panjang yang dipenuhi dedikasi, integritas, dan ketulusan dalam menegakkan hukum. Atas nama keluarga besar Pengadilan Tinggi Surabaya, kami menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas seluruh pengabdian yang telah diberikan.”»
Menurutnya, pengalaman, kebijaksanaan, dan keteladanan para hakim purnabakti merupakan warisan yang sangat berharga bagi generasi penerus dalam menjaga independensi, profesionalisme, dan kehormatan lembaga peradilan.
Mewakili para hakim purnabakti, Bambang Sutopo, S.H., M.H., menyampaikan rasa syukur karena dapat menuntaskan amanah sebagai hakim dengan penuh tanggung jawab.
«”Menjadi hakim adalah kehormatan terbesar dalam perjalanan pengabdian kami. Setiap perkara yang kami tangani menjadi pelajaran tentang arti keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab. Kami berharap nilai-nilai tersebut terus dijaga oleh seluruh insan peradilan.”»
Sementara itu, Jony Aswar, S.H., mengungkapkan bahwa keberhasilan seorang hakim tidak hanya diukur dari putusan yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuannya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.
«”Kami percaya bahwa keadilan akan tetap tegak apabila setiap insan peradilan menjaga integritas, bekerja dengan hati nurani, dan mengedepankan kepentingan hukum di atas kepentingan pribadi.”»
Hal senada disampaikan Frangky Tambuwun, S.H., M.H., yang mengajak seluruh aparatur peradilan untuk terus menjaga semangat pengabdian.
«”Kami mungkin telah menyelesaikan masa kedinasan, tetapi kecintaan terhadap dunia peradilan tidak akan pernah berakhir. Teruslah mengabdi dengan kejujuran, profesionalisme, dan keberanian dalam menegakkan keadilan demi menjaga kepercayaan masyarakat.”»
Wisuda purnabakti tersebut menjadi momentum penuh makna, tidak hanya sebagai penghormatan kepada para hakim yang telah menyelesaikan masa baktinya, tetapi juga sebagai pengingat bahwa integritas, dedikasi, dan pengabdian adalah nilai-nilai yang harus terus diwariskan kepada setiap generasi penerus. Dengan semangat tersebut, Pengadilan Tinggi Surabaya berkomitmen untuk terus menjaga marwah lembaga peradilan sebagai benteng keadilan yang profesional, independen, dan berintegritas.