Astara News | Sidoarjo – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kusnali, melakukan monitoring dan evaluasi langsung di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.

Dalam kunjungan tersebut, Kusnali didampingi Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Medaeng Hengki Giantoro, serta Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Muhammad Ridla Gorjie.
Rombongan meninjau sejumlah fasilitas strategis, mulai dari layanan wartel khusus warga binaan, area pelayanan, blok hunian, hingga sistem pengamanan yang menjadi tulang punggung keamanan di lingkungan rutan.
Perhatian khusus diberikan pada layanan wartel pemasyarakatan yang menjadi sarana resmi bagi warga binaan untuk berkomunikasi dengan keluarga.

Fasilitas tersebut dinilai sebagai bentuk pemenuhan hak warga binaan sekaligus langkah efektif untuk mencegah penggunaan telepon genggam ilegal yang berpotensi disalahgunakan di dalam rutan.
Selain memastikan kualitas pelayanan, Kusnali juga mengevaluasi kesiapsiagaan petugas, mekanisme pengawasan, serta implementasi deteksi dini guna memastikan seluruh sistem keamanan berjalan optimal.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali, menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemasyarakatan bergantung pada keseimbangan antara pelayanan, pembinaan, dan pengamanan.

“Saya ingin memastikan seluruh layanan kepada warga binaan berjalan sesuai standar, namun keamanan tetap menjadi prioritas.
Fasilitas wartel harus dimanfaatkan sebagai media komunikasi yang aman dan terkontrol, sehingga tidak ada alasan bagi penggunaan handphone ilegal.
Seluruh jajaran harus terus menjaga integritas, disiplin, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas,” tegas Kusnali.
Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen seluruh jajaran.”
Arahan dari Bapak Kakanwil menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah. Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan, memperkuat pengamanan, serta memastikan seluruh program pembinaan berjalan secara optimal,” ujar Tristiantoro.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Medaeng, Hengki Giantoro, menegaskan bahwa seluruh personel pengamanan akan terus meningkatkan kewaspadaan dan konsistensi dalam menjalankan tugas.
“Kami berkomitmen menjaga lingkungan rutan tetap aman dan kondusif melalui pengawasan yang ketat, deteksi dini, serta penegakan prosedur keamanan secara konsisten.
Tidak boleh ada ruang bagi masuknya barang-barang terlarang ataupun potensi gangguan keamanan,” tegas Hengki.Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Muhammad Ridla Gorjie, mengatakan bahwa pelayanan yang berkualitas harus dibangun dengan prinsip profesionalisme, transparansi, dan penghormatan terhadap hak-hak warga binaan.
“Kami terus melakukan penyempurnaan layanan agar hak-hak warga binaan dapat terpenuhi secara optimal tanpa mengesampingkan aspek keamanan.
Pelayanan yang baik akan mendukung keberhasilan proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan,” jelas Ridla.
Setelah seluruh rangkaian peninjauan selesai, Kusnali memimpin rapat evaluasi bersama seluruh pejabat struktural dan personel Rutan Kelas I Surabaya.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang disiplin, memperkuat sinergi antarpersonel, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mengoptimalkan pengawasan internal sebagai langkah mewujudkan pemasyarakatan yang semakin profesional, humanis, dan dipercaya masyarakat. (Hd)